by

Kurangnya Glutathione Tubuh Menyebabkan Obesitas

Yuk-Simak.Info – Sudah diketahui secara ilmiah bahwa peran Glutathione sangat penting bagi tubuh kita.

Berikut ini beberapa peran Glutathione di tubuh kita :

Sebagai Mothers of Antioxidant, Glutathione memiliki peran utama dalam mengatasi stres oksidatif oleh radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Salah satu akibat dari stres oksidatif adalah terjadinya obesitas.

Isabella Savini, dkk dari University of Rome Tor Vergata, Italy dalam Jurnalnya Obesity-Associated Oxidative Stress: Strategies Finalized to
Improve Redox State
, menyebutkan bahwa pada pasien obesitas, pertahanan antioksidan menjadi lebih rendah dibandingkan orang normal dan mereka memiliki tingkat radikal bebas yang tinggi (oksigen dan nitrogen reaktif).

Setelah makan, pada mereka yang obesitas terjadi peningkatan stres oksidatif yang tinggi, hiperleptinemia, peradangan kronis, disfungsi jaringan dan turunnya pertahanan antioksidan.

Picture Yuk Simak Info Kondisi GSH pada Obesitas
Kondisi yang dialami pasien Obesitas saat terjadi Stres Oksidatif
(Sumber : International Journal of Molecular Science)

Pada penelitian Sonia Sfar, dkk dari Fakultas Kedokteran Monastir, Universitas Monastir, Tunisia dalam jurnalnya Antioxidant enzymes activities in obese Tunisian children, menjelaskan bahwa dalam tahap perkembangan obesitas, enzim antioksidan dapat dirangsang sedangkan pada obesitas kronis dan jangka panjang, sumber enzim antioksidan menjadi habis, yang menyebabkan aktivitas tingkat rendah.

Para peneliti di Baylor School of Medicine dalam penelitian mereka juga mendapatkan bahwa seiring bertambahnya usia, maka tubuh menghasilkan lebih sedikit glutathione. Temuan studi mereka mendapatkan kaitan antara kadar glutathione yang rendah dengan pembakaran lemak yang lebih sedikit dan tingkat penyimpanan lemak yang lebih tinggi dalam tubuh. Subyek yang lebih tua memiliki sistein dan glisin yang rendah, padahal keduanya adalah sumber utama produksi glutathione dalam tubuh.

Sedangkan dalam penelitian Shaimaa Essa Ahmed, dkk dari Universitas Tikrit, Baghdad, melaporkan bahwa pada responden yang overweight dan obesitas mengalami penurunan jumlah glutathione dan terjadi peningkatan leptin (hiperleptinemia), radikal bebas (MDA / Malondialdehyde), Trigliserida, dan LDL.

Sumber : longdom.org

Dari beberapa penelitian di atas ini menyampaikan bahwa pada mereka yang mengalami obesitas terjadi stres oksidatif diakibatkan oleh karena rendahnya antioksidan tubuh (salah satunya adalah Glutathione) dalam mengatasi radikal bebas.

Dengan meningkatkan asupan glutathione atau pun bahan makanan yang mengandung sistein, maka produksi glutathione tubuh bisa ditingkatkan.

Nikolaus Goutzourelas, dkk dari Department of Biochemistry and Biotechnology, University of Thessaly, Yunani, memberikan kesimpulan untuk solusi menurunkan berat badan yaitu dengan meningkatkan level GSH dalam pengaturan makanan makanan mereka. Salah satu yang telah didemonstrasikan adalah dengan pemberian jus delima (pomegranate juice) yang kaya polifenol yang berpengaruh pada peningkatan level GSH.

Bila sekarang ini Anda mengalami peningkatan berat badan (overweight) atau bahkan obesitas, silakan tambahkan suplementasi glutathione ataupun meningkatkan sumber makanan yang bisa meningkatkan produksi glutathione tubuh Anda.

Baca juga :

Mengapa Makanan Tinggi Sulfur Baik untuk Membantu Tubuh meningkatkan Glutathione?

Apa Saja Sumber Makanan yang Meningkatkan Glutathione Tubuh?

Glutathione sebagai Antioksidan (Mother of Antioxidants)

Sumber :

  1. Corey Whelan & Debra Rose Wilson (Glutathione Benefits, Healthline)
  2. Elena Kalinina, dkk (Research Gate, Role of Glutathione, Glutathione Transferase, and Glutaredoxin in Regulation of Redox-Dependent Processes)
  3. Vicent Ribas, dkk (Research Gate, Glutathione and Mitochondria)
  4. Shaimaa Essa Ahmed, dkk (Biochemistry & Analytical Biochemistry, Effect of Leptin and Oxidative Stress in the Blood of Obese Individuals)
  5. Nikolaus Goutzourelas, dkk (NCBI, GSH levels affect weight loss in individuals with metabolic syndrome and obesity following dietary therapy)

Comment