by

Cegah jadi ‘Pelupa’ dengan konsumsi Pegagan.

Yuk-Simak.Info – Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, maka diperkirakan pada tahun 2050 terdapat 2,1 Milyar Penduduk Lanjut Usia.

Seiring dengan peningkatan jumlah lansia, maka meningkat juga faktor risiko untuk demensia yaitu sindrom neurodegeneratif klinis yang ditandai dengan adanya gangguan memori dan aktivitas kehidupan sehari-hari, perubahan perilaku, kepribadian dan disfungsi kognitif lainnya.

Ada beberapa jenis Demensia seperti Demensia karena Alzheimer (AD), demensia vaskuler, demensia Lewy, demensia akibat penyakit seperti Stroke, multipel sklerosis, dll. Namun yang tersering adalah Demensia Alzheimer (AD).

Beberapa faktor risiko demensia diantaranya karena masalah kardiovaskuler dan serebrovaskuler, konsumsi alkohol berlebihan, isolasi sosial, cedera otak traumatis dan atau karena genetis.

Umumnya penanganan demensia adalah dengan penanganan medis. Namun di India dan beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, menangani demensia dengan pengobatan ayurveda yaitu dengan obat tradisional.

Salah satu yang digunakan adalah Gotu kola, yang di Indonesia dikenal dengan nama Pegagan.

Nama ilmiahnya adalah Centella asiatica, sedangkan sebutan tanaman ini di belahan dunia lainnya ada yang menyebutnya : Brahma-Buti, Brahma-Manduki, Centellase, Centella Asiatique, Centella coriacea, Divya, Gota Kola, Hydrocotyle asiatica, Hydrocotyle Asiatique, Hydrocotyle Indien, Indischer Wassernabel, Indian Pennywort, Indian Water Navelwort, Ji Xue Cao, Khulakhudi, Luei Gong Gen, Luo De Da, Madecassol, Mandukaparni, Manduk Parani, Mandukig, Marsh Penny, TTFCA, Talepetrako, Thick-Leaved Pennywort, Tsubo-kusa, Tungchian, White Rot.

Bentuknya yang seperti tapak kuda, kadang di beberapa daerah disebut sebagai tanaman tapak kuda.

Dari ulasan Jurnal medis WebMD, pegagan telah dikenal lama digunakan untuk banyak manfaat seperti : Mengobati infeksi bakteri, virus ataupun parasit seperti Infeksi Saluran Kencing (ISK), Herpes zoster, lepra, kolera, disentri, sifilis, flu biasa, flu H1N1, kaki gajah, TBC dan skistosomiasis.

Pegagan juga digunakan untuk kelelahan, kecemasan, depresi, gangguan psikiatris, penyakit Alzheimer dan memperbaiki daya ingat dan kepintaran. Ada yang digunakan untuk penyembuhan luka, traima, gangguan sirkulasi (varises) dan sumbatan darah pada kaki. dll

Bagaimana peran Pegagan untuk mengatasi Demensia akibat Alzheimer ?

Salah satu tanda penyakit Alzheimer adalah terjadinya penumpukan plak amiloid di antara sel-sel saraf di otak. Amiloid adalah fragmen protein yang dihasilkan tubuh secara normal. Beta amiloid adalah fragmen protein kecil dari APP (Amyloid precursor protein).

Perbedaan Sel Saraf pada orang normal dan penderita Alzheimer

Pada otak yang sehat, fragmen-fragmen protein akan dihancurkan dan dieliminasi.

Pada Penderita Alzheimer, fragmen-fragmen ini akan menumpuk menjadi bentukan yang lebih keras, suatu plak yang tidak larut.

Pegagan memiliki bahan aktif utama yaitu saponin (juga disebut triterpenoid) yang meliputi asiatikosida, brahmoside dan brahminoside.

Pada tingkat molekuler, turunan asiaticoside dari pegagan (asiatic acid dan asiaticoside) mampu menurunkan kematian sel akibat hidrogen peroksida, menurunkan kadar radikal bebas, dan menghambat kematian sel saraf yang dimediasi Aβ secara in vitro. Hasil menunjukkan peran pegagan dalam pencegahan dan pengobatan toksisitas Aβ dan jenis AD dari demensia.

Secara umum, peran asiatikosida ini adalah sebagai proteksi sel saraf terhadap beta-amiloid sehingga dapat mencegah Alzheimer dan dapat membantu penderita Alzheimer.

Dalam penelitian lain juga ditemukan bahwa Pegagan berperan menurunkan kecemasan, depresi dan stres.

Sumber :

  • https://syd.iamyiam.com/en/blog/gotu-kola-may-benefit-your-memory-mood/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5976976/#B45
  • HEALING HERBS of PARADISE, Dr. Al Sears, MD, CNS.

Comment