by

Peneliti Indonesia Masuk dalam Daftar 10 Ilmuwan Berpengaruh di Dunia.

Yuk-Simak.Info – Prof.dr.Adi Utarini, M.Sc., MPH. PhD., Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gajah Mada, menjadi salah satu dari 10 orang yang mengeksplorasi perkembangan utama dalam sains tahun 2020 menurut Majalah Nature.

Adi Utarini bersama tim, selama masa pandemi ini memberikan perhatian utama dalam memerangi infeksi mematikan yang diakibatkan oleh demam berdarah.

Penyakit Demam Berdarah yang menyerang hingga 400 juta orang per tahun disebabkan oleh vektor yaitu nyamuk.

Utarini bersama rekan-rekannya melakukan pelepasan nyamuk yang telah dimodifikasi untuk menghentikan penularan virus, dan alhasil mereka berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77%.

Dikutip dari situs Nature.com :
“Proyek ini adalah uji coba terkontrol secara acak pertama – standar emas dalam penelitian klinis – dari pendekatan yang benar-benar baru untuk mengendalikan demam berdarah. Teknik tersebut membiakkan nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus Dengue, Zika, dan chikungunya, sehingga membawa bakteri bernama Wolbachia. Bakteri menundukkan virus dan mencegah nyamuk menularkannya ke manusia. Telur dari nyamuk hasil modifikasi kemudian ditempatkan di sekitar kota, seringkali di rumah orang. Uji coba kecil di Australia dan Vietnam telah membuahkan hasil yang menggiurkan. Tapi Yogyakarta, kota padat dengan hampir 400.000 orang dengan tingkat penularan demam berdarah tinggi, menyediakan panggung yang jauh lebih besar untuk uji coba.”

Hasil penelitian yang memuaskan ini memberikan antusias bagi masyarakat sehingga banyak komunitas masyarakat yang juga meminta untuk penerapannya di daerahnya.

Nyamuk Wolbachia sekarang dilepaskan di seluruh Yogyakarta dan, untuk pertama kalinya, para peneliti demam berdarah memikirkan gagasan bahwa mereka dapat membasmi virus dari kota – atau bahkan mungkin suatu negara.

Selamat untuk Adi Utarini dan Tim yang bisa menjadi inspirasi bagi peneliti dan ilmuwan Indonesia lainnya.

Comment